Sabtu, 18 Juni 2011

Lagu Burung kakak tua versi mengantuk

Ada banyak lagu anak yang nadanya hampir serupa yang membuat seseorang kadang salah dalam menempatkan antara lirik dan lagunya, seperti yang pernah saya alami berikut ini.

Suatu malam saya sedang berkumpul dengan keluarga. Karena mengantuk anak saya mulai rewel, untuk menenangkannya saya berusaha menyanyikan sebuah lagu anak, dalam keadaan saya juga mengantuk. Yang terpikir di otak saya saat itu adalah lagu "Burung kakak tua" yang menurut saya lagunya sederhana dan pendek, tetapi tiba-tiba saya jadi teringat lagu "Topi saya bundar" yang juga sederhana dan liriknya pendek. Karena mengantuk tanpa pikir panjang saya mulai menyanyi sambil memejamkan mata dan memeluk anak saya. Mulalilah saya bernyanyi...

Buuuurung... kaakaak.. tuaaa...
tuaaa... buruuung... kakaak...
kalauu.. tidaaakk... tuaaa...
bukaaan... buruuung... kakaaak..

Isteri tertawa mendengar nyanyian saya, penasaran karena mendengar isteri tertawa, saya membuka mata dan bertanya, ada apa? ternyata lagu Burung kakak tua versi mengantuk saya tadi adalah biang keroknya.

Kalau saya pikir, kejadian tadi bisa terjadi pada siapa saja yang dalam keadaan kurang sadar menyanyikan lagu tersebut, karena nada kedua lagu hampir sama hanya liriknya saja yang diubah, mungkin pencipta lagunya dulu sedang malas membuat nada untuk lagu barunya, maka ditempatkanlah lirik lagunya di nada yang sudah ada untuk menghemat waktu.

Pesan moral dari kejadian ini adalah, Jangan pernah menyanyi dalam keadaan mengantuk atau kurang sadar, apalagi dengan suara keras, karena selain mengganggu, anda juga tidak tahu / tidak sadar atas apa yang anda ucapkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar